Jejak Siddhartha Gautama
Selama lebih dari dua puluh lima abad, Siddhartha Gautama dikenal sebagai Buddha, seorang guru yang menunjukkan jalan menuju terbebasnya dukkha melalui kebijaksanaan, latihan batin, dan kehidupan yang selaras dengan kenyataan. Riwayat beliau telah diwariskan dari generasi ke generasi melalui Tripitaka dan berbagai karya biografi yang mengisahkan kelahiran di Lumbini, masa muda di Kapilavastu, pencarian spiritual, pencapaian Kebuddhaan di Bodh Gaya, hingga penyebaran Buddhadharma ke berbagai penjuru dunia. Namun, di balik kisah yang telah begitu dikenal itu, India di Masa Siddhartha Gautama justru masih relatif jarang dibahas secara utuh, padahal dunia itulah yang menjadi panggung lahirnya Buddha.
Tripitaka sesungguhnya tidak hanya memuat ajaran Buddha. Di dalamnya juga tersimpan banyak keterangan mengenai kerajaan, republik, kota, sungai, tokoh politik, kelompok masyarakat, hingga kehidupan sehari-hari yang membentuk India di Masa Siddhartha Gautama. Informasi tersebut memang tidak disusun sebagai uraian sejarah yang sistematis karena tujuan utama penyusunan Tripitaka adalah melestarikan Dharma dan Vinaya, bukan menulis sejarah India kuno. Namun justru karena itulah berbagai keterangan yang muncul secara alami di dalamnya memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Tripitaka Menyimpan Jejak India di Masa Siddhartha Gautama
Ketika petunjuk-petunjuk yang tersebar di berbagai sutta dan bagian vinaya tersebut dibaca secara utuh, lalu dibandingkan dengan temuan arkeologi, prasasti, filologi, dan penelitian sejarah modern, perlahan-lahan muncul gambaran mengenai dunia yang pernah dihuni Siddhartha Gautama. Kita mulai mengenal kerajaan-kerajaan yang beliau kunjungi, kota-kota tempat beliau mengajar, masyarakat yang menjadi pendengar ajarannya, hingga dinamika politik, ekonomi, dan intelektual yang melatarbelakangi lahirnya Buddhadharma. Dengan kata lain, Tripitaka tidak ditulis sebagai buku sejarah, tetapi ia menyimpan jejak sejarah yang sangat berharga mengenai India di Masa Siddhartha Gautama.
Berangkat dari pemahaman itulah seri Jejak Siddhartha Gautama disusun. Alih-alih langsung memulai dari kisah kelahiran Siddhartha Gautama, seri ini mengajak pembaca terlebih dahulu mengenal dunia tempat beliau dilahirkan. Sebab, semakin kita memahami India di Masa Siddhartha Gautama, semakin mudah pula kita memahami mengapa Buddhadharma lahir, berkembang, dan kemudian mengubah sejarah Asia.























