Robert Thurman, salah satu sarjana Buddhis paling berpengaruh di dunia dan pelopor pengenalan Buddhadharma Tibet di Barat. Thurman meninggal dunia pada 16 Juni 2026 dalam usia 84 tahun. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan seorang intelektual yang selama puluhan tahun menjembatani kebijaksanaan Tibet dengan masyarakat modern Barat.
Bagi banyak orang, nama Robert Thurman mungkin lebih dikenal karena hubungannya dengan putrinya, Uma Thurman. Artis yang terkenal karena perannya sebagai Mia Wallace dalam Pulp Fiction (1994). Juga sebagai Beatrix Kiddo (The Bride) dalam dwilogi Kill Bill. Namun di dunia akademik dan Buddhis, Robert Thurman merupakan figur yang memiliki pengaruh jauh melampaui popularitas keluarganya. Ia dikenal sebagai orang Barat pertama yang ditahbiskan sebagai biksu dalam tradisi Buddhadharma Tibet oleh Dalai Lama ke-14 pada tahun 1965.
Perjalanan Hidup yang Tidak Biasa
Lahir di Manhattan, Amerika Serikat, pada 3 Agustus 1941, Thurman menjalani masa muda yang penuh petualangan. Ia pernah dikeluarkan dari sekolah karena mencoba bergabung dengan gerilyawan Kuba yang dipimpin Fidel Castro.
Perjalanan hidupnya berubah setelah kecelakaan pada tahun 1961 yang menyebabkan ia kehilangan mata kirinya. Peristiwa tersebut mendorongnya untuk mencari makna hidup yang lebih dalam. Ia meninggalkan bangku kuliah di Harvard University dan melakukan perjalanan ke Asia.
Di India, ia bertemu para guru Buddhis Tibet yang hidup dalam pengasingan. Pengalaman itu menjadi titik balik yang menentukan arah hidupnya. Thurman kemudian mempelajari bahasa Tibet dengan sangat cepat hingga menarik perhatian Dalai Lama. Dari pertemuan itulah lahir persahabatan yang bertahan selama lebih dari enam dekade.
Menariknya, hubungan mereka bukan hanya antara guru dan murid. Thurman belajar filsafat dan teks-teks Buddhis dari Dalai Lama, sementara ia membantu memperkenalkan berbagai pengetahuan Barat kepada pemimpin spiritual Tibet tersebut, mulai dari fisika modern hingga hukum konstitusi Amerika Serikat.
Mengajarkan Buddhadharma kepada Dunia Barat
Meski pernah menjadi biksu, Thurman kemudian melepaskan jubah kebiksuannya atas saran gurunya, Geshe Wangyal. Ia diyakinkan bahwa kontribusinya akan lebih besar jika berkiprah sebagai akademisi dan pengajar.
Keputusan itu terbukti tepat. Setelah meraih gelar doktor dalam studi India dari Harvard, ia mengajar lebih dari tiga puluh tahun di Columbia University sebagai Profesor Studi Buddhis Indo-Tibet.
Melalui ruang kuliah, ceramah publik, dan lebih dari dua puluh buku yang ditulisnya, Robert Thurman membantu memperkenalkan Buddhadharma Tibet kepada jutaan pembaca dan mahasiswa di Barat. Karya-karyanya seperti Inner Revolution dan terjemahan The Tibetan Book of the Dead menjadi pintu masuk bagi banyak orang untuk memahami filsafat dan praktik Buddhis.
Berbeda dengan sebagian akademisi yang hanya meneliti dari kejauhan, Thurman berusaha menjelaskan Buddhadharma sebagai tradisi hidup yang relevan bagi manusia modern. Ia menekankan nilai welas asih, kebijaksanaan, dan tanggung jawab moral sebagai jawaban atas berbagai persoalan dunia kontemporer.
Membela Tibet dan Melestarikan Budayanya
Selain sebagai sarjana, Thurman juga dikenal sebagai pembela kebudayaan Tibet. Atas permintaan Dalai Lama, ia bersama istrinya Nena, aktor Richard Gere, dan komponis Philip Glass mendirikan Tibet House US di New York pada tahun 1987.
Lembaga tersebut berupaya melestarikan warisan budaya Tibet melalui pendidikan, seni, dan penelitian. Thurman juga aktif berbicara di berbagai forum internasional serta memberikan kesaksian di Kongres Amerika Serikat mengenai situasi rakyat Tibet.
Dedikasinya terhadap pendidikan dan kebudayaan Buddhis mendapat pengakuan internasional. Pada tahun 2020, pemerintah India menganugerahkan penghargaan Padma Shri, salah satu penghargaan sipil tertinggi negara itu.
Penghormatan dari Dunia
Kepergian Thurman mendapat penghormatan dari berbagai tokoh dunia. Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyebutnya sebagai sarjana Buddhisme terkemuka, pendidik yang luar biasa, dan sahabat India sepanjang hayat. Menurut Modi, Thurman berhasil mempopulerkan pemikiran Buddhis di tingkat global sekaligus membangun jembatan pemahaman antarbudaya.
Dalai Lama juga mengenang sahabat lamanya itu sebagai sosok yang menjalani kehidupan bermakna dan meninggalkan warisan yang akan terus menginspirasi generasi mendatang.
Sementara itu, para pemimpin komunitas Tibet menilai Robert Thurman sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam memperkenalkan Buddhadharma Tibet kepada masyarakat Barat dan memperjuangkan pelestarian identitas budaya Tibet di tengah berbagai tantangan zaman.
Warisan yang Tetap Hidup
Robert Thurman meninggalkan seorang istri, lima anak, dan delapan cucu. Namun warisan terbesarnya bukanlah jabatan akademik, penghargaan, atau popularitas.
Warisan terbesar Robert Thurman adalah kemampuannya menjembatani dua dunia yang tampak berjauhan: kebijaksanaan kuno Tibet dan masyarakat modern Barat. Melalui karya-karya, pengajaran, dan pengabdiannya, ia membantu memperkenalkan Buddhadharma Tibet kepada generasi baru pencari makna hidup di berbagai belahan dunia.
Kepergian Robert Thurman menutup satu bab penting dalam sejarah penyebaran Buddhadharma di Barat, tetapi pengaruh pemikiran dan dedikasinya akan terus hidup dalam karya-karya yang ditinggalkannya dan dalam komunitas yang telah ia bantu bangun selama lebih dari setengah abad.
























