Kajian

Sebagai sebuah institut, Nagarjuna menyediakan kategori ini untuk publikasi kajian ilmiah populer seputar Buddhadharma.

Kwee Tek Hoay dan Jejak Buddhadharma di Indonesia

Kwee Tek Hoay dan Buddhadharma Indonesia
Kwee Tek Hoay selama ini lebih dikenal sebagai sastrawan Melayu-Tionghoa dan tokoh Tridharma Indonesia. Namun penelitian akademik menunjukkan bahwa ia juga merupakan salah satu pelopor penting kebangkitan Buddhadharma modern di Indonesia. Melalui novel, media, dan aktivitas intelektualnya, Kwee Tek Hoay menghadirkan gagasan-gagasan Buddhis di...

Dari “Benar” ke “Selaras”: Meninjau Ulang Terjemahan Buddhadharma

Terjemahan Buddhadharma dari benar ke selaras. Tampak seorang bhiksu Korea memegan sebuah blok cetak dari koleksi blok cetak kuno Tri Pitaka di sebuah kuil di Korea.
  Terjemahan Buddhadharma di Indonesia sering kali membuat istilah-istilah penting dari bahasa Pali dan Sansekerta kehilangan kedalaman filosofisnya. Banyak kata yang awalnya kaya nuansa eksistensial dan spiritual perlahan menyempit menjadi sekadar istilah moral sehari-hari. Salah satu contoh paling menarik adalah kata sammā, yang hampir selalu...

Sihanada: Auman Singa, Auman Dharma

Sihanada: Auman Singa Auman Dharma
Sihanada: Saat Auman Singa Menjadi Auman Dharma Dari Hutan Majjhimadesa ke Kaki Borobudur, hingga Menapaki Batin Manusia Hari ini Pembuka Sihanada Ada yang janggal dalam cara kita beragama hari ini: Semakin banyak simbol—semakin sedikit auman. Candi dipugar, aksesoris religius ditinggikan, ritual diperbanyak, bahkan diskusi diramaikan. Namun dharma...

Borobudur: Sistem atau Pengalaman?

Borobudur: Sistem atau Pengalaman? Sebuah Resensi Kritis atas Buku Borobudur Biara Himpunan Kebajikan Sugata karya Hudaya Kandahjaya
Resensi Kritis atas Buku Borobudur                              Karya Hudaya Kandahjaya Buku Borobudur: Biara Himpunan Kebajikan Sugata ini akan dibaca dari sudut pandang Borobudur sebagai kamulan bhūmisambhāra. Sumber penghimpunan daya kebajikan dan daya pengetahuan...

Borobudur Bukan Tri Dhatu: Salah Kaprah Laten

Kajian para pakar menunjukkan Borobudur bukan tri dhatu sebagaimana dinarasikan selama ini.
Borobudur hampir selalu dijelaskan sebagai tiga tingkat alam: kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu. Narasi ini begitu mapan, diulang dalam buku pelajaran, panduan wisata, hingga publikasi resmi, sehingga tampak seperti kebenaran yang tidak perlu dipertanyakan. Padahal berbagai kajian pakar menunjukkan bahwa Borobudur bukan Tri Dhatu atau...

Galeri Kegiatan

Isyanto, Ketua Umum Institut Nagarjuna memberikan kenang-kenangan kepada narasumber pembukaan Sekolah Kepemimpinan Buddhis Indonesia.

Sekolah Kepemimpinan Buddhis Indonesia Angkatan 1

Tampak Ketua Umum Institut Nagarjuna, Isyanto memberikan kenang-kenangan kepada para narasumber. Adapun para narasumber dalam pembukaan Sekolah Kepemimpinan Buddhis Indonesia adalah Supriyadi (Ditjen Bimas...
Peluncuran Institut Nagarjuna pada 2010

Launching Institut Nagarjuna