
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri atau STABN Raden Wijaya resmi menjalin kerja sama internasional. Kali ini melalui kerjasama dengan Fo Guang Shan Tsunglin University, Taiwan. Ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua lembaga, yang berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STABN Raden Wijaya, Dr. Sulaiman, M.Pd., Ph.D., bersama Suhu Miao Nan dari Fo Guang Shan Tsunglin University serta Ketua Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia, Suhu Ru Yun.
STABN Raden Wijaya Teken MoU di Hari Besar Kwan Im
Penandatanganan MoU dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Besar Avalokitesvara Bodhisattva, menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan Buddhis berbasis kolaborasi internasional.
Kerja sama ini difokuskan pada penyelenggaraan Program Studi Independen Internasional. Direncanakan program tersebut akan dilaksanakan di Fo Guang Shan Tsunglin University selama enam bulan. Program dirancang untuk memperkuat integrasi antara pembelajaran akademik dan praktik spiritual untuk mahasiswa peserta program.
Sulaiman pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa program ini penting untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman batin.
“Nilai pembelajaran di Tsunglin sangat relevan dengan kebutuhan dunia saat ini, yang menuntut keseimbangan antara kecepatan berpikir dan kedalaman spiritual.” Ujarnya sebagaimana dikutip Bimas Buddha.
Saat ini, sebanyak sepuluh mahasiswa STABN Raden Wijaya telah mengikuti program tersebut selama tiga bulan di Taiwan. Mereka menjalani kehidupan berbasis disiplin, kesederhanaan, serta praktik mindfulness dalam keseharian.
Program ini dijadwalkan berlangsung hingga Februari 2026.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan program join-kurikulum. Mahasiswa dari program pendidikan Fo Guang Shan Indonesia yang menempuh studi di Tsunglin University nantinya berkesempatan memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag.) dari STABN Raden Wijaya. Saat ini sekolah tinggi ini telah meraih akreditasi unggul pada sejumlah program studi keagamaannya.
Pemerintah Indonesia melalui kementerian agama juga mendorong berbagai sekolah tinggi agama untuk meningkatkan status menjadi institut dan kelak menjadi universitas. Salah satu STAB di Indonesia yang sudah berubah status menjadi institut adalah STAB Nalanda.
Pihak kampus menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi pendidikan Buddhis Indonesia di tingkat global. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi langkah untuk menyiapkan kaum muda yang memiliki kapasitas akademik, spiritual, dan sosial.
Baca juga: Kelenteng: Tempat Ibadah Agama Buddha Tradisi Tionghoa

















