Kajian Buddhadharma Tionghoa semakin mendapat perhatian di tingkat internasional. Salah satu tokoh yang berperan penting dalam memperkenalkan warisan intelektual tersebut kepada dunia adalah Hong Xiuping, profesor dari Nanjing University. Baru-baru ini, sejumlah karyanya diterbitkan dalam berbagai bahasa asing, memperluas akses pembaca global terhadap sejarah dan pemikiran Buddhadharma Tionghoa.
Sejarah Singkat Buddhadharma Tionghoa dan Pemikiran Buddhis
Salah satu karya yang diterbitkan adalah A Brief History of Chinese Buddhism and Buddhist Thought (Sejarah Singkat Buddhadharma Tionghoa dan Pemikiran Buddhis). Buku ini menelusuri perjalanan Buddhadharma dari India hingga berkembang menjadi tradisi yang berakar kuat dalam peradaban Tionghoa. Selain membahas sejarah penyebarannya, buku tersebut juga mengulas pembentukan berbagai aliran pemikiran Buddhis serta perkembangan studi Buddhadharma di Tiongkok. Versi bahasa Inggris buku ini diterbitkan oleh Brill, salah satu penerbit akademik terkemuka di dunia.
Karya lainnya, The History of Buddhism in the Sui, Tang and Five Dynasties (Sejarah Buddhadharma pada Masa Dinasti Sui, Tang, dan Lima Dinasti), kini juga hadir dalam versi bahasa Rusia dan aksara Tionghoa tradisional. Versi bahasa Rusia diterbitkan oleh Oriental Book Publishing House, sementara edisi aksara Tionghoa tradisional untuk pembaca luar negeri diterbitkan oleh Songye Culture Press.
Buku tersebut merupakan salah satu jilid dari proyek akademik besar The History of Chinese Buddhism, sebuah seri sebelas volume yang disunting oleh dua sarjana terkemuka Tiongkok, yaitu Ji Xianlin dan Tang Yijie. Seri ini dipandang sebagai salah satu karya paling komprehensif mengenai sejarah Buddhadharma di Tiongkok.
Profesor Hong Xiuping dan Internasionalisasi Karya Akademik
Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Nanjing aktif mendorong internasionalisasi hasil-hasil penelitian akademiknya. Hong Xiuping sendiri telah menerbitkan berbagai buku dan artikel ilmiah dalam bahasa Inggris, Jepang, Korea, Rusia, dan bahasa lainnya. Publikasi lintas bahasa tersebut membantu memperkenalkan pemikiran dan tradisi Buddhadharma Tionghoa kepada komunitas akademik internasional.
Meningkatnya penerjemahan dan penerbitan karya-karya Buddhis Tiongkok menunjukkan bahwa minat dunia terhadap Buddhadharma Tionghoa terus berkembang. Jika sebelumnya perhatian akademik lebih banyak tertuju pada Buddhadharma India atau Tibet, kini perkembangan pemikiran Buddhis di Tiongkok juga semakin diakui sebagai bagian penting dari sejarah agama dan peradaban Asia.
Melalui karya-karyanya yang diterbitkan dalam berbagai bahasa, Hong Xiuping turut membangun jembatan dialog antara tradisi intelektual Tionghoa dan dunia internasional. Upaya tersebut tidak hanya memperluas jangkauan kajian Buddhis, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pemahaman global terhadap kekayaan warisan Buddhadharma Tionghoa.























