Dana Tanpa Pamrih, Dari Pahala Menuju Mahakaruṇa
Tulisan ini berangkat dari sebuah perenungan yang perlahan mengendap setelah mengamati fenomena pengajaran dana di tengah umat. Di banyak kesempatan, ajakan untuk berdana tentu disampaikan dengan niat baik, bahkan sering dimaksudkan untuk menumbuhkan kebajikan dan sraddha pada karma dan karma-phala. Dengan kata...
Dona dan Bahiya: Menyusuri Arus Batin Menuju Nihsaraṇa
Dona dan Bahiya: Menyusuri Arus Batin Menuju Nihsaraṇa
Oleh Eko N.R.
Ada saat-saat dalam hidup ketika batin terasa seperti air yang keruh. Berputar tanpa
henti, terseret oleh rasa tidak berkecukupan, penolakan, dan kebingungan. Pada
titik itu, pertanyaan yang muncul bukan lagi sekadar “Siapa aku?”. Atau “Mengapa ini
terjadi?” tetapi...
Lanskap Keagamaan Beijing 1400–1900 dan Praktik di Perantauan
Bagaimana sebenarnya lanskap keagamaan di Tiongkok pada masa lampau? Apakah sejak dahulu Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianisme berdiri sejajar sebagai agama dengan bentuk kelembagaan yang sama? atau biasa disebut Sanjiao (Tridharma)? Kajian mendalam atas kehidupan kuil di Beijing selama lima abad memberi gambaran yang lebih...
Menuju Kesadaran Ekologis Baru: Bencana Aceh-Sumatra (4/4)
Ketika dunia diperlakukan bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai komunitas hidup yang saling mengondisikan, maka manusia tidak hanya menyelamatkan alam, tetapi juga memulihkan martabatnya sendiri. Di titik inilah Buddhadharma dan falsafah Jawa bertemu sebagai suara etis yang mendesak: mengingatkan bahwa keselamatan manusia dan keselamatan...
Menggali Pesan Leluhur: Bencana Ekologi Aceh-Sumatra (3/4)
Sebagai etika publik, perjumpaan antara Buddhadharma dan falsafah Jawa membuka kemungkinan lahirnya etika ekologis Nusantara yang tidak bersifat tambal-sulam, melainkan berakar pada tradisi luhur yang telah lama hidup di wilayah ini. Etika ini memandang krisis ekologis bukan semata sebagai persoalan teknis, tetapi sebagai krisis...
Kajian & Opini
WartaIN
Galeri Terbaru
Sekolah Kepemimpinan Buddhis Indonesia Angkatan 1
Tampak Ketua Umum Institut Nagarjuna, Isyanto memberikan kenang-kenangan kepada para narasumber. Adapun para narasumber dalam pembukaan Sekolah Kepemimpinan Buddhis Indonesia adalah Supriyadi (Ditjen Bimas...















