Pameran relik suci Buddha di Vietnam tarik hampir 18 juta pengunjung.
Pameran relik suci Buddha menarik hampir 18 juta pengunjung di Vietnam.

Selama sebulan penuh pada Mei–Juni 2025, Vietnam menjadi saksi sebuah fenomena spiritual luar biasa. Sebanyak 17,8 juta orang, dari segala usia, latar belakang, dan penjuru negeri, datang berbondong-bondong. Mereka hadir untuk memuliakan relik suci Buddha yang dipinjamkan pemerintah India dalam rangka peringatan Hari Waisak Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ini merupakan kali pertama relik suci tersebut dipamerkan di Vietnam.

Kementerian Kebudayaan India menyebut peristiwa ini sebagai “gerakan spiritual luar biasa” yang menyapu seluruh wilayah Vietnam. Dari ujung selatan hingga utara. Dalam pernyataan resminya, kementerian menulis:

“Jutaan umat berkumpul dalam ziarah pemujaan bersejarah terhadap relik suci Sang Buddha dari India. Tur suci ini menyatukan umat Buddha dan para pencari spiritual dalam ekspresi penghormatan, kedamaian, dan solidaritas budaya yang mendalam.”

Relik tersebut merupakan sisa jasmani Sang Buddha, Siddhartha Gautama, yang biasanya disemayamkan di Mulagandha Kuti Vihara, Sarnath, Uttar Pradesh—salah satu dari empat situs suci utama dalam kehidupan Buddha. Peminjaman sementara ke Vietnam dikoordinasikan oleh Kementerian Kebudayaan India bekerja sama dengan International Buddhist Confederation (IBC) dan Pemerintah Vietnam.

Perjalanan Relik Suci Buddha

Perjalanan suci dimulai ketika relik tiba di Kota Ho Chi Minh pada 2 Mei 2025. Relik Buddha  mulai dipamerkan di Biara Ay Thanh Tam pada 3 Mei. Dari sana, relik dibawa ke Pagoda Quan Su di Hanoi (13–17 Mei), lalu ke Pagoda Tam Chuc di Provinsi Ha Nam (17–19 Mei). Antusiasme publik yang luar biasa membuat pemerintah Vietnam meminta perpanjangan masa pameran. Pada awalnya pameran direncanakan berakhir pada 21 Mei—hingga 2 Juni.

Vietnam memiliki sekitar 13 juta umat Buddha, atau sekitar 13% dari total populasi. Sebagian besar menganut tradisi Mahayana. Ajaran Buddha telah hadir di tanah ini lebih dari 2.000 tahun. Dan tetap memainkan peran penting dalam kehidupan budaya, sosial, bahkan politik. Sangha Buddha Vietnam, organisasi keagamaan resmi yang diakui negara. Turut mengoordinasikan acara ini bersama kuil-kuil lokal dan otoritas daerah.

Yang Mulia Thích Trí Quảng, Patriark Tertinggi Sangha Buddha Vietnam, menyampaikan rasa harunya:

“Ini adalah pengalaman yang sangat mengharukan dan mempersatukan. Kehadiran relik Sang Buddha di tanah kami memberi kesempatan langka bagi jutaan orang untuk memperbarui ikrar spiritual, merenungkan Dharma, dan merasakan kedekatan dengan Sang Bhagavā.”

Delegasi India yang mengawal relik dipimpin oleh Gubernur Negara Bagian Odisha, Prof. Ganeshi Lal. Ia hadir bersama para bhiksu senior dan pejabat kebudayaan. Pada malam 2 Juni, relik dikembalikan ke India menggunakan pesawat khusus Angkatan Udara India. Kepulangannya disambut secara seremonial di Pangkalan Udara Palam, New Delhi.

Setibanya di India, relik sempat dipamerkan untuk umum selama satu hari di Museum Nasional New Delhi pada 3 Juni. Keesokan harinya, relik diarak dengan penghormatan kenegaraan melalui Varanasi menuju Sarnath, tempat asalnya. Prosesi penyemayaman kembali di Mulagandha Kuti Vihara menandai penutupan dari apa yang oleh banyak pihak disebut sebagai “ziarah internasional bersejarah.”

Sekretaris Jenderal Maha Bodhi Society of India, Yang Mulia Ven. Pelwatte Seewalee Thero, menyampaikan kesannya yang mendalam:

“Saya tidak akan pernah melupakan kasih sayang yang ditunjukkan pemerintah dan rakyat Vietnam kepada kami. Negara Anda telah melewati penderitaan panjang untuk mencapai kebebasan dan kemajuan hari ini. Dengan berkah Buddha, Dharma, dan Sangha, serta kebijaksanaan historis yang Anda miliki. Saya percaya Vietnam akan terus bangkit dalam cahaya kedamaian dan kebijaksanaan.”

Peristiwa ini bukan hanya soal angka atau kehadiran massal. Akan tetapi juga simbol nyata bagaimana ajaran Buddha terus menyatukan manusia lintas batas. Baik dalam diam, doa, dan kerinduan universal akan kedamaian.

Sumber: Buddhistdoor.net

LEAVE A REPLY