Akademi baru akan didirikan di Nagarjunakonda demikianlah hasil
Nagarjunakonda terpilih menjadi lokasi akademi baru yang akan didirikan dalam rangka perlindungan situs warisan Buddha yang belum terlindungi

Upaya melindungi warisan Buddha di pedesaan India mendapatkan dorongan baru. Melalui pembukaan International Conference on the Preservation of Rural Buddhist Heritage. Sebuah konferensi yang digelar di Dr Ambedkar International Centre, pada Jumat, 28 November 2025. Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan para pakar, praktisi, dan perwakilan komunitas. Dengan tujuan untuk merancang strategi konservasi bagi situs-situs Buddhis yang selama ini belum mendapat perlindungan memadai. Salah satu berita bahagia pada konferensi adalah soal keberadaan lahan untuk akademi pelestarian di Nagarjunakonda.

Konferensi ini diselenggarakan oleh India Trust for Rural Heritage and Development (ITRHD). Dibuka oleh tokoh-tokoh penting seperti mantan anggota parlemen Karan Singh, Ketua ITRHD S. K. Misra, serta akademisi Buddhis Shantum Seth.

Akademi Baru di Nagarjunakonda

Salah satu pengumuman terbesar datang dari S. K. Misra yang menyampaikan bahwa lima acre lahan di Nagarjunakonda, Andhra Pradesh. Telah dialokasikan untuk pembangunan sebuah akademi khusus pelestarian warisan Buddha. Khususnya situs-situs yang belum terlindungi secara memadai selama ini.

Akademi ini dirancang untuk menjadi pusat pelatihan bagi berbagai kalangan. Mulai dari administrator, akademisi, hingga komunitas lokal. Adapun pendekatan yang digunakan adaah dengan menggabungkan kearifan tradisional dan teknik konservasi modern.

Baca juga: Agama Buddha dan Jalan Pembebasan

Konservasi yang Berpihak pada Komunitas

Abhijit Halder, Direktur Jenderal International Buddhist Confederation, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pelestarian situs. Menurutnya, ajaran Buddha mengingatkan bahwa pelestarian tidak hanya soal bangunan, tetapi juga menjaga tradisi, komunitas, dan ekosistem yang menopang warisan tersebut.

Hari pertama konferensi diisi dengan diskusi mengenai konservasi warisan pedesaan dan pandangan global terhadap pelestarian budaya. Sesi-sesi ini membantu membentuk rancangan kurikulum dan strategi jangka panjang bagi akademi yang diusulkan.

Pada hari kedua, peserta akan membahas beragam topik, termasuk:

  • Arsitektur Buddhis dan teknik konservasinya
  • Warisan hidup Buddha di Nepal
  • Keterkaitan komunitas modern dengan peninggalan Buddhis
  • Museum komunitas dan warisan tak benda
  • Inisiatif internasional untuk konservasi situs Buddhis
  • Sistem pengetahuan sakral dan warisan bangunan di India dan Asia Timur

Konferensi ini akan ditutup pada 30 November, dengan diskusi seputar inovasi pendidikan untuk pengelolaan warisan, tantangan pembangunan di pedesaan, dan peran kesadaran akademis dalam pembangunan kawasan rural.

Sumber: PTI News Update

LEAVE A REPLY