Peringatan HUT ke-75 World Fellowship of Buddhists atau WFB diperingati di Bangkok Thailand.
Perayaan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-75 Tahun WFB atau World Fellowship of Buddhists dilaksanakan di Bangkok, Thailand.

Peringatan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-75 tahun berdirinya World Fellowship of Buddhists (WFB) digelar di Bangkok, Thailand. Peringatan tersebut diadakan pada 4–7 Desember 2025. Perhelatan ini dihadiri berbagai tokoh dan perwakilan organisasi Buddhis dunia. Termasuk Sekretaris Departemen Agama dan Kebudayaan Central Tibetan Administration (CTA), Dhondul Dorjee.

Rangkaian peringatan ini bertepatan dengan sejumlah agenda penting berskala internasional. Antara lain General Conference ke-31 World Fellowship of Buddhists, World Fellowship of Buddhist Youth Conference ke-22. Serta Council Meeting ke-13 World Buddhist University.

Pada 5 Desember, digelar diskusi khusus bertajuk “Cultivating Wisdom and Well-Being in the AI Era: A Buddhist Vision for the Future.” Diskusi yang berlangsung hangat tersebut diselenggarakan di Vajiravudh College, Bangkok. Diskusi ini menyoroti peran nilai-nilai Buddhis dalam merespons tantangan era Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Akal Imitasi (AI). Pada hari yang sama, dilangsungkan pula rapat Dewan Pemuda Buddhis Dunia. Selain itu juga sesi pertama General Conference WFB, dan rapat Komite Eksekutif WFB, serta Council Meeting World Buddhist University.

Keesokan harinya, para peserta mengikuti upacara pembukaan resmi peringatan 75 tahun WFB. Agenda dilanjutkan dengan sesi kedua General Conference dan ditutup dengan seremoni penutupan yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian sidang.

Kunjungan Budaya WFB ke Wat Arun dan Wat Pho

Pada 7 Desember, para peserta mengikuti kunjungan budaya ke dua vihara penting di Bangkok, yakni Wat Arun Ratchawararam Ratchawaramahawihan—vihara kerajaan kedua Thailand—serta Wat Phra Chetuphon Wimon Mangkhalaram Rajwaramahawihan.

Wat Arun merupakan salah satu mahakarya arsitektur sekaligus pusat spiritual terpenting di Thailand. Terletakdi tepi Sungai Chao Phraya, pagoda ini telah ada sejak periode Kerajaan Ayutthaya. Hingga kelak memperoleh peran historis penting karena Raja Taksin Agung menjadikan Thonburi sebagai ibu kota baru. Pada era Raja Rama II dan Raja Rama III, pagoda ini dipugar dan diperluas. Saat ini Wat Arun juga berfungsi sebagai destinasi wisata utama dan simbol pariwisata nasional. Demikian juga Wat kedua, yang lebih dikenal sebagai Wat PhoVihara dimana kita bisa menyaksikan Patung Buddha berbaring terbesar. Dengan telapak kaki yang menunjukkan berbagai simbol keagungan.

Peringatan ini tidak hanya menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang WFB sejak didirikan pada 1950, tetapi juga menegaskan peran Buddhadharma global dalam merespons tantangan zaman, termasuk isu teknologi, pendidikan, dan pembangunan manusia berbasis kebijaksanaan. Apalagi di era digital dengan perkembangan pesat kecerdasan buatan yang memerlukan cara pandang baru terhadap berbagai bidang.

Sumber: Tibet.net

LEAVE A REPLY