
Candi Adan-Adan terletak di Dusun Candi, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Merupakan situs Buddha terpenting di Jawa Timur. Hasil ekskavasi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (2016–2022) mengungkap struktur candi berukuran 25 × 25 meter. Saat ini merupakan struktur candi terluas di Jawa Timur. Adapun fondasi candi ini adalah batu bata dan selubung luar dari andesit. Arah hadapnya adalah barat laut. Situs ini ditemukan terpendam di kebun durian milik H. Syamsudin.
Keistimewaan utama situs ini terletak pada sepasang makara setinggi 2,3 meter. Temuan makara terbesar di Indonesia. Bahkan melampaui ukuran makara Candi Borobudur. Keunikan pahatannya tampak pada detail benangsari berujung kuncup bunga, serta penggambaran gender. Makara pertama tanpa kumis dan dada polos (betina), sedangkan pasangannya berkumis dengan rambut dada berhias motif floral (jantan). Selain makara, ditemukan pula arca Dwarapala setinggi hampir 2 meter dalam posisi berdiri. Arca ini berbeda dari kebanyakan Dwarapala Jawa yang ditemukan dalam sikap jengkeng. Serta fragmen kala, stupa, kepala Bodhisattva, dan arca Dhyani Buddha Amitabha.
Perkiraan Tahun Pendirian Candi Adan-Adan
Berdasarkan analisis gaya pahatannya yang mirip dengan Candi Kedaton di Muaro Jambi. Serta temuan keramik Dinasti Song (abad ke-10), Song-Yuan (abad ke-12), dan Yuan (abad ke-13). Situs ini diperkirakan dibangun pada abad ke-11 di masa Kerajaan Kadiri. Stratigrafi menunjukkan 12 lapisan tanah dengan abu vulkanik Gunung Kelud pada kedalaman 2 meter. Hal ini mengindikasikan candi beberapa kali tertutup letusan gunung berapi sepanjang sejarahnya. Keberadaan keramik Tiongkok dan pecahan keramik Belanda abad ke-17. Membuktikan keterhubungan kawasan ini dengan jalur perdagangan maritim Asia. Catatan kolonial Belanda tahun 1908 pun menyebutkan pengamatan awal terhadap situs ini. Meskipun ekskavasi baru dilakukan seabad kemudian.
Penemuan situs ini mengoreksi pandangan bahwa masa Kadiri hanya merupakan “zaman keemasan sastra.” Tanpa peninggalan arsitektur monumental. Lokasinya yang berdekatan dengan Candi Tondowongso, memperkuat dugaan bahwa kawasan Gurah merupakan pusat peradaban penting Kadiri. Tondowongso adalah candi Hindu dimana arca Brahma dan Syiwa dengan pahatan halus ditemukan pada 2007.
Baca juga: Gayatri Rajapatni: Mastermind Politik Kejayaan Majapahit
Saat ini, pengelolaan situs menerapkan konsep Heritage Spotting Area. Hanya 8 m² area yang dibuka untuk publik demi pelestarian situs. Artefak besar seperti makara dan Dwarapala sementara waktu dikubur kembali. Sedangkan fragmen seperti kepala Buddha disimpan di Museum Bhagawanta Bari. Lahan tempat ditemukannya situs tetap dimiliki keluarga Syamsudin. Pemerintah melibatkan putranya, yaitu Ikhwanil Kiram menjadi juru pelihara resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.
Adan-adan juga menjadi nama salah satu prasasti, yang terdiri dari 17 lempeng Tembaga. Prasasti Adan-adan yang bertarikh 1301 M ditemukan di Bojonegoro. Keduanya tampak memiliki kesamaan nama. Situs Adan-Adan karena nama desa tempat ditemukannya bernama Adan-Adan. Di sisi lain, Prasasti Adan-Adan memang berisi penetapan Desa Adan-Adan sebagai Sima. Tanah bebas pajak. Prasasti ditemukan di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur oleh Mardjuki. Prasasti Adan-Adan kini disimpan di Museum Mpu Tantular, Sidoarjo, Jawa Timur.











