Menyongsong 2026 berikut ini adalah pesan dari Bhikkhu Mahindasiri Thero. Bantuan Senyap sebagai fondasi spiritual.
Menyongsong 2026 bhikkhu mahindasiri thero berpesan agar menggunakan bantuan senyap sebagai fondasi spritual.

Memasuki tahun 2026, banyak dari kita sibuk menyusun resolusi: target karier, rencana finansial, atau pencapaian pribadi. Namun, di balik semua itu, ada satu latihan spiritual yang sederhana, tenang, dan justru sangat transformatif untuk dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari: “Bantuan Senyap” (Silent Help). Artikel berikut merupakan pesan dharma dari Bhikkhu Mahindasiri Thero menyongsong 2026.

Refleksi ini disarikan dari pesan Tahun Baru dalam ceramah Life and Dharma, yang mengajak kita melihat kembali makna spiritualitas sebagai praktik hidup—bukan sekadar konsep, apalagi simbol.

Apa Itu “Bantuan Senyap” untuk Menyongsong 2026?

Bantuan senyap adalah tindakan menolong orang lain tanpa diminta. Ia lahir dari pengamatan yang jernih dan hati yang peka. Dalam tradisi Buddhis, Arhat Sariputra menjadi teladan klasik praktik ini.

Dikisahkan, suatu pagi Sariputra melihat para bhiksu junior sedang membersihkan vihara. Tanpa diminta, tanpa merasa dirinya “terlalu tinggi” untuk tugas tersebut, ia meletakkan mangkuk dan jubahnya, mengambil sapu, lalu ikut membersihkan. Setelah selesai, ia kembali pada kegiatannya seolah tidak terjadi apa-apa.

Tidak ada pengumuman. Tidak ada pencitraan. Hanya kehadiran yang penuh welas asih.

Di situlah esensi bantuan senyap: membantu bukan demi dipuji, melainkan karena kita melihat kebutuhan dan hati kita tergerak.

Mengapa Praktik Ini Relevan di Tahun 2026?

Di dunia yang semakin individualistis dan serba cepat, bantuan senyap memiliki kekuatan yang luar biasa.

  1. Menumbuhkan Kualitas Batin Luhur
    Di balik tindakan menolong tanpa diminta, tumbuh kualitas-kualitas luhur: pemahaman, cinta kasih (metta), kasih sayang (karuna), kemurahan hati, dan keramahan batin. Ini bukan sekadar etika sosial, melainkan latihan batin yang nyata.

  2. Mendisiplinkan Spiritualitas dalam Kehidupan Nyata
    Spiritualitas tidak berhenti pada meditasi di atas bantal duduk. Ia menemukan wujudnya dalam dedikasi waktu dan energi untuk kesejahteraan orang lain. Bantuan hening menjembatani meditasi dan kehidupan sehari-hari.

  3. Menciptakan Kebahagiaan dari Dalam
    Kebahagiaan tidak selalu “datang”; ia juga bisa diciptakan. Ketika kita menolong dengan tulus lalu menyadari kebaikan itu dengan sukacita, kita membangun sumber kebahagiaan dari dalam diri—stabil dan tidak bergantung pada pengakuan.

Langkah Praktik Sederhana

  1. Amati – Lihat sekeliling dengan penuh perhatian. Siapa yang membutuhkan bantuan?

  2. Bertindak – Lakukan bantuan itu tanpa menunggu diminta, tanpa mengharapkan pengakuan.

  3. Syukuri – Sadari kebahagiaan yang muncul dari tindakan bajik tersebut dengan penuh kesadaran.

Dengan cara inilah spiritualitas turun dari ruang kontemplasi ke ruang kehidupan.

Mari kita jadikan tahun 2026 bukan hanya sebagai tahun pencapaian material, tetapi juga sebagai tahun penguatan akar spiritual—melalui pelayanan yang tulus, sederhana, dan senyap.

Selamat Tahun Baru 2026.
Semoga semua makhluk berbahagia. Namo Buddhaya.

Artikel ini disarikan dari pesan Tahun Baru dari Bhikkhu Mahindasiri Thero melalui kanal Life and Dharma. Tonton video aslinya disini untuk mendalami pesan spiritual ini secara utuh.

LEAVE A REPLY